Thursday, October 21, 2010

Space-lover

Sistem pendidikan pasca sarjana di Jepang menurutku agak berbeda dibandingkan di tempat lain. CMIIW, tapi aku belum pernah mendengar sistem lab ini diterapkan di tempat lain, kecuali mungkin di Taiwan. Meskipun secara resmi berada di bawah naungan departemen tertentu, masing-masing profesor memiliki labnya sendiri-sendiri (tidak selalu secara harafiah penuh dengan tabung reaksi dan berbagai peralatan rumit) dan lab tersebut akan dinamakan sesuai dengan nama profesor tersebut. Jadi kalau ada yang mau mendaftar sekolah, harus spesifik dan hati-hati sekali memilih lab yang diinginkan. Bisa saja dua lab memiliki proyek atau penelitian yang hampir sama, tapi pasti ada perbedaannya meskipun tipis. Dan yang jelas, profesor yang menjadi leader juga berbeda, dan ini akan berpengaruh sekali pada ke arah mana nantinya mahasiswa akan dibimbing (yang biasanya sesuai dengan minat sang profesor).

Nah, kalau ada yang kemudian bertanya, berapa tepatnya jumlah lab yang ada di kampusku (Todai), aku tidak punya jawaban pasti. Pernah suatu kali karena penasaran aku mengecek ke website kampus dan mulai menelusuri satu-satu setiap departemen. Tidak lama aku sudah menyerah karena ternyata banyak sekali. Uniknya lagi, nama lab dan program yang ditawarkan di berbagai departemen itu banyak yang aneh-aneh, dalam arti namanya terdengar seperti sesuatu yang pintar dan sulit, hehe..

Kebetulan salah satu teman di kelas bahasa Jepangku ada yang sedang belajar tentang space engineering. Waktu dia bercerita, aku langsung teringat upacara pembukaan tahun ajaran baru bulan April lalu, dimana salah satu alumni Todai yang saat ini bekerja di stasiun ruang angkasa internasional memberikan pidato secara live dari ruang angkasa sana. Temanku langsung mengiyakan bahwa alumni itu tadinya juga belajar di lab yang sama. Dan kalau mau tahu, nama lab ini begitu keren, Intelligent Space Systems Laboratory yang berada di bawah Profesor Nakasuka. Yang lebih keren lagi, lab ini sudah berhasil meluncurkan satelit nano, dan kita bisa mengikuti perkembangan aktivitas satelit ini dengan mendaftarkan diri di sini. Kalau sudah terdaftar kita akan mendapatkan email secara teratur yang dikirimkan langsung dari satelit yang dibuat dan dikirimkan ke ruang angkasa oleh lab ini. Kebetulan hari ini aku mendapat email pertamaku:

yang mengirimkan foto Jepang dari luar angkasa:

Rasanya bagaimana begitu, mendapat kiriman foto secara langsung dari luar angkasa, hehe.. Kalau tertarik kalian juga bisa mendaftar karena fasilitas ini memang terbuka untuk umum.

Sekarang aku jadi bertanya-tanya, kira-kira hal unik apa yang sedang dikerjakan lab-lab lain di Todai ya? Hmm..

3 comments:

  1. Wiiiihhh serunyaaa....
    kamu ikutan lab apa jadinya?

    Kalau gitu, musti pinter-pinter cari dosen pembimbing yang minatnya sesuai sama kita ya. Supaya ngga salah bimbingan nantinya :D

    ReplyDelete
  2. Wah seru banget ya. Perhaps someday my boy bisa kesana liat2 wakakak.... dia tertarik banget ama luar angkasa waktu di Nasa Space Center Houston, meski lagi sakit dia masih bisa tuh nunjuk tangan and bertanya pdhal orang2 yg pada nanya itu semuanya orang dewasa.

    ReplyDelete
  3. @ Rossa: Aku ikutan lab yang gampang aja, Ros, hehe..
    @ BabyBeluga: Hayuk Mbak, silakan kalo mau maen. Di sini lumayang banyak yang demen sama hal2 berbau luar angkasa begini. Btw, anaknya lucu2 Mbak :)

    ReplyDelete

I don't hate comments, so don't hesitate to leave some ^^