Idiom dalam bahasa Jepang ini artinya "Once in a lifetime". "One time, one perfect time, and just for you", kalo kata senseinya teman yang sekolah di Kobe. Idiom itu diperkenalkan ke temanku ini sewaktu di awal masa tinggalnya di Jepang dia curhat ke si sensei tentang beratnya hidup di sini sebagai mahasiswa asing. Si sensei, demi mendengar curhatan si murid memberikan nasehat ini:
Selain Anh, aku beruntung bisa berkenalan dan menjalin persahabatan dengan teman-teman dari berbagai negara lainnya.. Bersama mereka aku juga banyak belajar dan mengalami berbagai hal yang menyenangkan.
" So when you have an opportunity to meet someone, to have something in your life, etc.. that's your perfect time and you cannot repeat it again. And you have to be thankful for that opportunity..
Like you are studying here now, this is your precious time. To learn something, to meet new person that will affect your life, to do something.. There is a reason for you being here in Japan.
Although you might find a hard time, you have to be thankful.
One time, one perfect time, and just for you.
Ichi go ichi e..."
Aku sendiri mendengar idiom ini pertama kali kira-kira dua bulan lalu, beberapa hari sebelum sahabatku Anh pulang ke Vietnam karena sudah selesai dengan studinya di Jepang. Waktu itu aku sedih karena dengan si Anh ini aku merasa benar-benar klik, sejiwa, ato apapun istilahnya. Bersama Anh aku bisa merasa bebas menjadi diriku sendiri, ga perlu basa-basi. Padahal sebenernya kami kenal belum lama, malah belum sampe setahun sewaktu si Anh mesti pulang itu. Melihat aku yang sedih, teman kami yang lain langsung nyeletuk ngomongin idiom "ichi go ichi e" ini dan berbicara panjang lebar tentang persahabatan. Aku udah lupa si teman ini ngomong apa aja, tapi intinya bahwa teman datang dan pergi dan ketika sudah mau berpisah biasanya baru menyadari betapa berartinya persahabatan dst dst, jadi intinya kita mesti menghargai teman yang datang seperti harta berharga yang kita bisa peroleh cuma sekali, once in a lifetime..
Me and Anh, courtesy Istiwin
Selain Anh, aku beruntung bisa berkenalan dan menjalin persahabatan dengan teman-teman dari berbagai negara lainnya.. Bersama mereka aku juga banyak belajar dan mengalami berbagai hal yang menyenangkan.
Me and Mai
Me and Hasina
Me and Magda
Sedihnya, mereka semua selesai kuliah musim panas ini dan mesti kembali ke negara mereka. Bahkan hari ini sekali lagi aku mengantarkan salah satu sahabatku yang akan meninggalkan Jepang untuk menyusul suaminya yang saat ini sedang sekolah di Kanada. Sedih pastinya, tapi aku bersyukur dipertemukan dan diberi kesempatan untuk bersahabat dengan mereka. Mungkin kami ga akan pernah bertemu lagi, tapi aku tetap bersyukur untuk yang "one time, one perfect time" ini. Dan mari kita lihat sisi baiknya, aku jadi punya banyak sahabat yang tersebar di seluruh dunia, kan :)
Dan untungnya, aku masih punya mereka di sini..
dan..
Dan untungnya, aku masih punya mereka di sini..
sahabat-sahabatku di asrama :)
dan..
sahabat-sahabatku di kampus :)



yah begitulah ya kalo tinggal di luar.. temen2 silih berganti soalnya pada ada yang pulang...
ReplyDeleteYou are soooooo outgoing! :)
ReplyDeleteiya lihat sisi positifnya aja, punya teman di berbagai negara...
@ Arman: Iya, sedih yak, Man :(
ReplyDelete@ Winnie: Trus kalo jalan-jalan jadi punya tumpangan hehehe
Memang sedih ketika harus berpisah dengan teman yang klop. Tapi kamu jadi punya alesan buat traveling ke Vietnam, Kanada atau negara lain kan?! :)
ReplyDelete@ Damar: hahaha, setuju 100%!! :D
ReplyDeleteOh yeah Fine, Ichigo, ichie!
ReplyDeleteI am really lucky to have met you here. I hope we have much more time to enjoy together! ^^
@ Bruno: kungfu panda 2!!! :)
ReplyDelete